Rawan Mafia, Sekjend Tri Power: Pengawasan Terhadap Peran Notaris Agar Diperketat

Rawan Mafia, Sekjend Tri Power: Pengawasan Terhadap Peran Notaris Agar Diperketat

Jakarta – Media Tim

Sekretaris Jenderal Tri Power Gemantara Raya yang sering dijuluki sebagai timah panas tersebut atas sepak terjangnya yang selalu membuat geger gelanggang milik para pemburu harta, tahta dan kekayaan. Terutama mereka yang mencari impiannya tersebut melalui jalur singkat atau tidak legal. Sehingga tim Tri Power yang berjalan tanpa jejak, dan melintas tanpa bayangan pada mottonya tersebut selalu menembus sekeras baja demi kepentingan makhluk yang tertindas, dan untuk mereka yang minim merasakan keadilan. l Sehingga para satria tersebut selalu menggegerkan Nusantara.

Terlihat dari point prestasi yang diukir olehnya lewat pengungkapan kasus dari berbagai bentuk, pemberian pendampingan hukum, realisasi informasi selalu dilakukannya tanpa ragu apalagi takut. Bahkan tidak jarang tuntas secepat kilat lewat trik dan strategi aduhai yang dimilikinya, yang ilmunya tidak pernah bisa di dapatkan, atau dimiliki oleh orang lain. Namun ketika di tanya oleh beberapa awak media justru kalimat jawaban Sekjend yang keluar dari bibirnya adalah “ahh..itu bukan saya atau lembaga saya mas, itu tugas yang dititipkan dan izin kemudahan oleh Allah SWT,” tuturnya simple sambil senyum”.

Bahkan beberapa wartawan dikejutkan oleh jawabannya yang terkesan ringan, ketika saat awak media bertanya terkait beberapa hal yang sedang ditanganinya yang menyorot tajam terhadap Peran Notaris yang menurutnya banyak oknum membelokkan peran untuk kepentingan.

Sekjend yang akrab disapa Rudy tersebut membenarkan adanya penanganan beberapa problem dari pengaduan masyarakat yang menyorot Notaris tersebut, “iya itu betul,,, pemerintah juga bersih2, apalagi mafia tanah dan lainnya yang berhubungan dengan peran notaris, bukan hanya satu kita lihat kesepakatan debitur dan kreditur dibuat bukan dihadapan notaris, tapi saat menyita jaminan terlihat sudah lengkap dengan kop, nomor legal, terlihat rapi, dan tanpa terendus bahwa para pihak banyak mengaku tidak pernah menghadap atau kekantor notaris seperti yang dituliskan oleh akta kesepakatan tersebut… itu,”tuturnya.”

Terus kesepakatan itu dibuat dimana pak, tanya salah satu wartawan kepada Sekjend, tapi lagi-lagi jawaban pintar dan menggelitik kembali keluar dari bibirnya.. “ya mungkin di kamar mandi sebuah bank atau dimana, saya juga gak tau, kalau mau tau ayo kita bongkar, karena ini pintu para mafia tanah yang ada dimana mana selain barang jaminan lain yang di desgn cantik dan rapi. Bahkan kita duga kuat pihak pengadilan yang menerbitkan izin sita atas beberapa jaminan juga tertipu dengan kesepakatan yang diduga dibuat dibelakang tembok toilet tersebut seakan benar dibuat oleh para pihak. Akhirnya tanah, kebun, rumah rakyat kecil dirampas dengan dalih surat sita pengadilan… tapi mudah mudahan Allah akan bosan dengan kelakuan keji makhluk ciptaanNya yang seperti itu, dan saat itu pulalah bangkai akan tercium baunya. “tambahnya geram.”

Saat ditanya lagi oleh awak media tentang siapa notaris dan perusahaan atau bank yang dimaksud, Sekjend menjawab balik bertanya,,,,”Looooo teman-teman kan wartawan, peliput,pembuat,dan pengupdate berita, “masa gak sempat membaca,,,? …. jawabannya sambil tertawa canda yang diikuti oleh semua tim liputan. Hingga berita ini dilansir, awak media dan Sekjen berjanji akan membantu pihak terkait, pemerintah untuk membongkar kasus yang menyorot peran Notaris tersebut.

Tim(red)